Kumpulan Banten / Sesaji


1. Banten Daksina

Daksina mempunyai beberapa fungsi sebagai berikut:

• Permohonan pada Hyang Widhi, agar Beliau berkenan melimpahkan wara nugrahaNya sehingga mendapat keselamatan.

• Sebagai wujud rasa syukur / terima kasih yang dalam “Yadnya Patni”, disebutkan daksina selalu menyertai banten-banten yang agak besar dan sebagainya perwujudan atau pertapakan.

• Dalam lontar Yadnya Prakerti disebutkan bahwa Daksina melambangkan Hyang Guru / Hyang Tunggal

Unsur-Unsur Daksina, mempunyai makna sebagai Stana Hyang Widi atau Bhuana Agung, sebagai berikut :

1. Alas bedogan / srembeng / wakul / katung, terbuat dari janur / slepan yang bentuknya bulat dan sedikit panjang serta ada batas pinggirnya. Alas Bedogan ini lambang pertiwi unsur yang dapat dilihat dengan jelas.

2. Bedogan / srembeng / wakul / katung / srobong daksina, terbuat dari janur / slepan yang dibuat melingkar dan tinggi, seukuran dengan alas wakul. Bedogan bagian tengah ini adalah lambang Akasa yang tanpa tepi. Srembeng daksina juga merupakan lambang dari hukum Rta (Hukum Abadi tuhan)

3. Tampak, dibuat dari dua potongan janur lalu dijahit sehinga membentuk tanda tambah. Tampak adalah lambang keseimbangan baik makrokosmos maupun mikrokosmos, dalam tradisi tantra, tapak dara melambangkan Ibu Pertiwi Bapa Akasa, tampak juga melambangkan swastika, yang artinya semoga dalam keadaan baik.

4. Beras, yang merupakan makanan pokok melambang dari hasil bumi yang menjadi sumber penghidupan manusia di dunia ini. Hyang Tri Murti (Brahma, Visnu, Siva)

5. Sirih temple / Porosan dan Kembang : terbuat dari daun sirih (hijau – wisnu), kapur (putih – siwa) dan pinang (merah – brahma) diikat sehingga menjadi satu, porosan adalah lambang pemujaan sang Hyang Tri Murti. Juga ada beberapa yang memaknainya sebagai simbol kekuatan Kama untuk manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Semara. Kembang sebagai lambang Niat Suci dan kebersihan hati.

6. Kelapa, adalah simbol Pawitra (air keabadian/amertha) atau lambang alam semesta yang terdiri dari tujuh lapisan (sapta loka dan sapta patala), kelapa memiliki tujuh lapisan ke dalam dan tujuh lapisan ke luar. Air lambang Mahatala, Isi lembutnya lambang Talatala, isinya lambang tala, lapisan pada isinya lambang Antala, lapisan isi yang keras lambang sutala, lapisan tipis paling dalam lambang Nitala, batoknya lambang Patala. Sedangkan lambang Sapta Loka pada kelapa yaitu : Bulu batok kelapa lambang Bhur loka, Serat saluran lambang Bhuvah loka, Serat serabut basah lambang svah loka, Serabut basah lambang Maha loka, serabut kering lambang Jnana loka, kulit serat kering lambang Tapa loka, Kulit kering lambang Satya loka Kelapa dikupas dibersihkan hingga kelihatan batoknya artinya karena Bhuana Agung sthana Hyang Widhi tentunya harus bersih dari unsur-unsur gejolak indria yang mengikat dan serabut kelapa adalah lambang pengikat indria.

7. Telor Itik, dibungkus dengan ketupat telor, lambang awal kehidupan / getar-getar kehidupan , lambang Bhuana Alit yang menghuni bumi ini, karena pada telor terdiri dari tiga lapisan, yaitu Kuning Telor / Sari lambang Antah karana sarira, Putih Telor lambang Suksma Sarira, dan Kulit telor adalah lambang Sthula sarira, dipakai telur itik karena itik dianggap suci, bisa memilih makanan, sangat rukun dan dapat menyesuaikan hidupnya (di darat, air dan bahkan terbang bila perlu)


8. Pisang, Tebu dan Kojong sebagai persembahan, namun ada yang mengartikan kalau Pisang dan tebu itu adalah simbol manusia yang menghuni bumi sebagai bagian dari alam ini. Idialnya manusia penghuni bumi ini hidup dengan Tri kaya Parisudhanya. Kalau dalam arti daksina sebagai wujud Hyang Tungga maka dalam tetandingan daksina, Pisang melambangkan jari, Tebu melambangkan tulang.

9. Buah Kemiri, adalah simbol Purusa / Kejiwaan / Laki-laki, dari segi warna putih (ketulusan)

10. Buah kluwek / Pangi, lambang pradhana / kebendaan / perempuan, dari segi warna merah (kekuatan). Dalam tetandingan melambangkan dagu.

11. Gegantusan, merupakan perpaduan dari isi daratan dan lautan, yang terbuat dari kacang-kacangan, bumbu-bumbuan, garam dan ikan teri yang dibungkus dengan kraras / daun pisang tua lambang sad rasa dan lambang kemakmuran.

12. Papeselan, terbuat dari lima jenis dedaunan yang diikat menjadi satu lambang Panca Devata, daun duku lambang Isvara, daun manggis lambang Brahma, daun durian / langsat / ceroring lambang Mahadeva, daun salak / mangga lambang Visnu, daun nangka atau timbul lamban Siva. Papeselan juga merupakan lambang kerjasama (Tri Hita Karana).

13. Bija ratus adalah campuran dari 5 jenis biji-bijian, diantaranya, godem (hitam – wisnu), Jawa (putih – iswara), Jagung Nasi (merah – brahma), Jagung Biasa (kuning – mahadewa) dan Jali-jali (Brumbun – siwa). kesemuanya itu dibungkus dengan kraras (daun pisang tua).

14. Benang Tukelan, adalah alat pengikat simbol dari naga Anantabhoga dan naga Basuki dan naga Taksaka dalam proses pemutaran Mandara Giri di Kserarnava untuk mendapatkan Tirtha Amertha dan juga simbolis dari penghubung antara Jivatman yang tidak akan berakhir sampai terjadinya Pralina. Sebelum Pralina Atman yang berasal dari Paramatman akan terus menerus mengalami penjelmaan yang berulang-ulang sebelum mencapai Moksa. Dan semuanya akan kembali pada Hyang Widhi kalau sudah Pralina. dalam tetandingan dipergunakan sebagai lambung usus / perut.

15. Uang Kepeng, yang berjumlah 225 kepeng simbol Bhatara Brahma merupakan inti kekuatan untuk menciptakan hidup dan sumber kehidupan. Angka 225 (satak selae) jika dijumlah menjadi angka sembilan, angka suci lambang dewata nawa sanga yang berada di sembilan penjuru Bhuwana Agung. Uang adalah alat penebus segala kekurangan sebagai sarining manah.

16. Sesari, sebagai lambang saripati dari karma atau pekerjaan (Dana Paramitha)

17. Sampyan Payasan, terbuat dari janur dibuat menyerupai segi tiga, lambang dari Tri Kona; Utpeti, Sthiti dan Pralina.

18. Sampyan pusung, terbuat dari janur dibentuk sehingga menyerupai pusungan rambut, sesunggunya tujuan akhir manusia adalah Brahman dan pusungan itu simbol pengerucutan dari indria-indria

19. Canang sari. simbol titik, yaitu kompas, utara, timur, selatan, barat dan tengah / pusat manifestasi Hyang Widhi Wasa sebagai Hyang Panca Dewata. Makna Daksina adalah simbol manifestasi Tuhan (Hyang Widhi Wasa).

2. Banten Pejati

Banten pejati dihaturkan kepada Sanghyang Catur Loka Phala, yaitu : 

1. Peras kepada Sanghyang Iswara

2. Daksina kepada Sanghyang Brahma

3. Ketupat kelanan kepada Sanghyang Wisnu

4. Ajuman kepada Sanghyang Mahadewa

Adapun unsur-unsur banten pejati antara lain : 

1. Daksina dipergunakan sebagai persembahan / tanda terimakasih, selalu menyertai banten-banten yang agak besar dan sebagainya perwujudan atau pertapakan. 

2. Banten peras dimaksud untuk mengesahkan anak / cucu, dan bila suatu kumpulan sesajen tidak dilengkapi dengan peras akan dikatakan penyelenggaraan upacaranya dikatakan tidak sah, oleh karena itu banten peras selalu menyertai sesajen-sesajen yang lain terutama yang mempunyai tujuan tertentu.

3. Penyeneng / tehenan / pabuat dibuat untuk tujuan membangun hidup yang seimbang sejak dari lahir hingga meninggal.

4. Ketupat kelanan merupakan lambang dari sad ripu yang telah dapat dikendalikan atau teruntai oleh rohani sehingga kebijakan senantiasa meliputi kehidupan manusia. 

5. Soda / ajuman digunakan sebagai persembahan ataupun melengkapi daksina yang ditujukan kepada para leluhur.

6. Pasucian dipergunakan sebagai alat untuk menyucikan Ida Bhatara dalam suatu upacara keagamaan. 

7. Segehan digunakan untuk menetralisir dan menghilangkan pengaruh negatif. 

3. Canang Sari

Canang sari dalam persembahyangan adalah kuantitas terkecil namun inti, karena dalam setiap banten atau yadnya apa pun selalu berisi Canang Sari. Canang sari sering dipakai untuk persembahyangan sehari-hari, juga mengandung salah satu makna sebagai simbol bahasa Weda untuk memohon kehadapan Sang Hyang Widhi yaitu memohon kekuatan Widya (Pengetahuan) untuk Bhuwana Alit maupun Bhuwana Agung.

Bunga setiap warna dan peletakan bunga pada canang mempunyai makna atau lambang yaitu :

  • Bunga berwarna Putih
    • disusun di Timur sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Iswara.
  • Bunga berwarna Merah
    • disusun di Selatan sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Brahma.
  • Bunga berwarna Kuning
    • disusun di Barat sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Mahadewa.
  • Bunga berwarna Biru atau Hijau
    • disusun di Utara sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Wisnu.
  • Kembang Rampai
    • disusun ditengah sebagai simbol kekuatan Sang Hyang Panca Dewata

4. Kewangen

Penggunaan Kewangen

Kewangen dalam penggunaanya lebih sering digunakan dalam persembahyangan, selain itu kewangen juga sebagai pelengkap dalam upakara untuk upacara Panca Yadnya. Yaitu sebagai berikut:

  1. Dewa Yadnya, sebagai pelengkap Banten Tetebasan, prascita, dan berbagai jenis sesayut.
  2. Rsi Yadnya, juga sebagai pelengkap Banten Tetebasan.
  3. Pitra Yadnya, dipakai dalam upacara menghidupkan mayat secara simbolis untuk diupacarakan yaitu pada setiap persendian tubuhnya.
  4. Manusia Yadnya, digunakan pada setiap upacara ngotonin, potong gigi, perkawinan, dan pelengkap banten.
  5. Bhuta Yadnya, digunakan dalam upacara memakuh, macaru, dll

Makna dari Sarana Kewangen

1. Kojong, biasanya dibuat dari daun pisang, dibuat sedemikian rupa sehingga berbentuk kojong. Kojong ini bila kita tekan sampai lempeh maka dia akan berbentuk segi tiga, maka kojong menyimbulkan angka tiga Huruf Bali (lihat huruf Ongkara Bali).

2.Pekir, dibuat sedemikian rupa menyerupai hiyasan kepala dari tarian jangger (tarian muda-mudi di Bali).dibuat dari daun janur. Bentuknya bisa kelihatan bermacam-macam , itu sangat tergantung dari seninya yang membuat. Ini merupakan simbul dari ULU ARDHA CANDRA dan NADA (tulisan huruf Bali).

3. Uang Kepeng (pipis bolong), bila tidak ada uang kepeng, maka bisa digunakan uang logam, sebab uang kepeng itu yang dipentingkan adalah bentuknya yang bundar, sebagai simbul WINDU (nol). Perlu ditekankan disini jangan menggunakan uang kertas yang diplintir akan mengurangi arti dan makna.

4. Porosan, ini ditempatkan di dalam kojong tadi hampir tidak kelihatan dari luar. Porosan ini yang terpenting adalah terdiri dari tiga unsur yaitu; daun sirih (daun lain yang wajar digunakan), daun ini yang dicari maknanya adalah warnanya yaitu berwarna Hijau, merupakan simbul dari dewa Wisnu, Huruf Balinya adalah UNGKARA, Kemudian buah sirih yang disisir sedemikian rupa, ini mewakili warna merah, simbul dari Dewa Brahma, huruf Balinya ANGKARA. Selanjutnya unsur yang ketiga adalah kapur sirih warnanya putih sibul dari dewa Iswara (Siwa), Huruf Balinya adalah MANGKARA. Ketiga-tiganya itu dijarit semat atau diikat pakai menang menjadi satu, artinya seperti uraian dibawah ini.
Jadi tiga huruf itu; A.+ U + M = AUM MENJADI ONG ( A dan U kasewitrayang dalam tata bahasa Bali). Maka ONG itu adalah huruf sebagai simbul dari Tuhan.

5.Bunga, ini sembul dari rasa cinta dan rasa bhakti.
Kesimpulannya Kewangen (bisa dibaca kwangen) adalah merupakan simbul dari Tuhan dalam bentuk tetandingan (sarana upacara).

Cara Menggunakan Kewangen Saat Sembahyang

Dalam penerapan penggunaan Kewangen, bisa dikatakan bahwa setiap umat Hindu berbeda-beda dalam menggunakannya, terutama pada posisi kewangen.  Ada yang uang kepeng (sebagai mukanya/depannya) ada yang menghadap kedepan, ada yang menghadap kekiri/kekanan, ada pula yang menghadap ke belakang (menghadap ke yang sembahyang/orang). Jadi manakah yang benar dari itu semua? Menurut sumber yang kami telusuri, dalam lontar paniti gama tirtha pawitra,  uang kepengnya menghadap kebelakang/ menghadap ke orang yang sembahyang itu yang benar.

5. Banten Yadnya Sesa / Saiban / Ngejot

5 Tempat penting menghaturkan banten yadnya sesa / saiban / ngejot, sebagai simbol dari Panca Maha Bhuta :

  1. Pertiwi (tanah),
    • biasanya ditempatkan pada pintu keluar rumah atau pintu halaman.
  2. Apah (Air),
    • ditempatkan pada sumber air, sumur / tempat air.
  3. Teja(Api),
    • ditempatkan di dapur, pada tempat memasak (tungku) atau kompor.
  4. Bayu,
    • ditempatkan pada beras,bisa juga ditempat nasi.
  5. Akasa,
    • ditempatkan pada tempat sembahyang (pelangkiran, pelinggih, dll).

6. Cok Bakal

Cok Bakal atau Gecok Bakal merupakan simbol permulaan dalam kehidupan yang berawal dari ketiadaan menjadi ada, serta merupakan simbol hubungan antara Tuhan (yang bersifat Makrokosmos) dengan manusia (yang bersifat Mikrokosmos) atau sangkan paraning dumadi. Telur menyimbolkan asal muasal, cikal bakal atau permulaan kehidupan manusia.

Masyarakat Jawa menggunakan cok bakal sebagai media awal dalam melaksanakan suatu kegiatan serta sebagai simbolik rasa syukur kepada Hyang Widhi. 

Banyak upacara adat / ritual yang menggunakan cok bakal antara lain :

  1. Awal tanam & panen padi 
  2. Pernikahan 
  3. Pembangunan rumah baru 
  4. Bersih desa 
  5. Tradisi Pitonan (Tujuh Bulanan) Bayi
  6. Tradisi adat/ upacara yg hanya ada di daerah tertentu misal larung sesaji, ruwahan, sedekah Bumi, sedekah gunung dll.

Bahan Bahan Cok Bakal :
‎1. Takir
‎2. Lidi / jiting
‎3. Telur ayam kampung
‎4. Beras
‎5. Welat / pisau dari bambu
‎6. Kunir
‎7. Brambang
‎8. Uyah / garam
‎9. Jambe
‎10. Gondong suruh
‎11. Gambir
‎12. Injet
‎13. Tegesan / rokok
‎14. Kambil / kelapa
‎15. Kluwak
‎16. Kemiri
‎17. Laos
‎18. Jahe
‎19. Kencur
‎20. Bawang putih
‎21. Ketumbar
‎22. Merica
‎23. Kedelai
‎24. Badek / air tape
‎25. Lauk teri
‎26. Kembang setaman
‎27. Pandan
‎28. Menyan
‎29. Kendil kecil
‎30. Benang lawe
‎31. Duit
‎32. Suri
‎33. Ngilon / cermin kecil

  1. Takir

Takir adalah wadah yang dibuat dari daun pisang, yang dibentuk segi empat layaknya sebuah kotak.

arti takir :

Takir berarti takeraning pikir atau nalar pikir, takir dibuat dari daun pisang raja, berbentuk segi empat, artinya setiap orang dapat padhang atau jelas, segi empat menunjukkan keblat papat / empat penjuru angin & sedulur papat. Makna selanjutnya adalah setiap orang yang melakukan upacara harus mampu mengendalikan pikiran agar dapat mengetahui dengan jelas sedulur papat yang ada dalam diri masing masing.

2. Lidi / Biting

3. Telur Ayam kampung

4. Beras

5. Welat / pisau dari bambu

6. Kunir

7. Brambang

8. Uyah / Garam

9. Jambe

10. Godong Suruh

11. Gambir

12. Injet

news-1701

yakinjp

yakinjp

maujp

TOTOMACAU

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

sabung ayam online

article 8888000686

article 8888000687

article 8888000688

article 8888000689

article 8888000690

article 8888000691

article 8888000692

article 8888000693

article 8888000694

article 8888000695

article 8888000696

article 8888000697

article 8888000698

article 8888000699

article 8888000700

article 8888000701

article 8888000702

article 8888000703

article 8888000704

article 8888000705

article 8888000706

article 8888000707

article 8888000708

article 8888000709

article 8888000710

article 8888000711

article 8888000712

article 8888000713

article 8888000714

article 8888000715

article 8888000716

article 8888000717

article 8888000718

article 8888000719

article 8888000720

article 8888000721

article 8888000722

article 8888000723

article 8888000724

article 8888000725

mahjong 9998000701

mahjong 9998000702

mahjong 9998000703

mahjong 9998000704

mahjong 9998000705

mahjong 9998000706

mahjong 9998000707

mahjong 9998000708

mahjong 9998000709

mahjong 9998000710

mahjong 9998000711

mahjong 9998000712

mahjong 9998000713

mahjong 9998000714

mahjong 9998000715

mahjong 9998000716

mahjong 9998000717

mahjong 9998000718

mahjong 9998000719

mahjong 9998000720

mahjong 9998000721

mahjong 9998000722

mahjong 9998000723

mahjong 9998000724

mahjong 9998000725

mahjong 9998000726

mahjong 9998000727

mahjong 9998000728

mahjong 9998000729

mahjong 9998000730

mahjong 9998000731

mahjong 9998000732

mahjong 9998000733

mahjong 9998000734

mahjong 9998000735

mahjong 9998000736

mahjong 9998000737

mahjong 9998000738

mahjong 9998000739

mahjong 9998000740

mahjong 9998000741

mahjong 9998000742

mahjong 9998000743

mahjong 9998000744

mahjong 9998000745

mahjong 9998000746

mahjong 9998000747

mahjong 9998000748

mahjong 9998000749

mahjong 9998000750

mahjong 838000788

mahjong 838000789

mahjong 838000790

mahjong 838000791

mahjong 838000792

mahjong 838000793

mahjong 838000794

mahjong 838000795

mahjong 838000796

mahjong 838000797

mahjong 838000798

mahjong 838000799

mahjong 838000800

mahjong 838000801

mahjong 838000802

mahjong 838000803

mahjong 838000804

mahjong 838000805

mahjong 838000806

mahjong 838000807

mahjong 838000808

mahjong 838000809

mahjong 838000810

mahjong 838000811

mahjong 838000812

mahjong 838000813

mahjong 838000814

mahjong 838000815

mahjong 838000816

mahjong 838000817

mahjong 838000818

mahjong 838000819

mahjong 838000820

mahjong 838000821

mahjong 838000822

mahjong 838000823

mahjong 838000824

mahjong 838000825

mahjong 838000826

mahjong 838000827

mahjong 838000828

mahjong 838000829

mahjong 838000830

mahjong 838000831

mahjong 838000832

mahjong 838000833

mahjong 838000834

mahjong 838000835

mahjong 838000836

mahjong 838000837

article 5500346

article 5500347

article 5500348

article 5500349

article 5500350

article 5500351

article 5500352

article 5500353

article 5500354

article 5500355

article 5500356

article 5500357

article 5500358

article 5500359

article 5500360

article 5500361

article 5500362

article 5500363

article 5500364

article 5500365

article 5500366

article 5500367

article 5500368

article 5500369

article 5500370

article 5500371

article 5500372

article 5500373

article 5500374

article 5500375

article 5500376

article 5500377

article 5500378

article 5500379

article 5500380

article 5500381

article 5500382

article 5500383

article 5500384

article 5500385

mahjong 2000546

article 2000547

article 2000548

article 2000549

article 2000550

article 2000551

article 2000552

article 2000553

article 2000554

article 2000555

article 2000556

article 2000557

article 2000558

article 2000559

article 2000560

article 2000561

article 2000562

article 2000563

article 2000564

article 2000565

article 2000566

article 2000567

article 2000568

article 2000569

article 2000570

article 2000571

article 2000572

article 2000573

article 2000574

article 2000575

article 2000576

article 2000577

article 2000578

article 2000579

article 2000580

article 2000581

article 2000582

article 2000583

article 2000584

article 2000585

article 2000586

article 2000587

article 2000588

article 2000589

article 2000590

article 2000591

article 2000592

article 2000593

article 2000594

article 2000595

mahjong 2990612

article 2990606

article 2990607

article 2990608

article 2990609

article 2990610

article 2990611

article 2990613

article 2990614

article 2990615

article 2990616

article 2990617

article 2990618

article 2990619

article 2990620

article 2990621

article 2990622

article 2990623

article 2990624

article 2990625

article 2990626

article 2990627

article 2990628

article 2990629

article 2990630

article 2990631

article 2990632

article 2990633

article 2990634

article 2990635

article 2990636

article 2990637

article 2990638

article 2990639

article 2990640

article 2990641

article 2990642

article 2990643

article 2990644

article 2990645

article 2990646

article 2990647

article 2990648

article 2990649

article 2990650

article 2990651

article 2990652

article 2990653

article 2990654

article 2990655

artikel 000000091

artikel 000000092

artikel 000000093

artikel 000000094

artikel 000000095

artikel 000000096

artikel 000000097

artikel 000000098

artikel 000000099

artikel 000000100

artikel 000000101

artikel 000000102

artikel 000000103

artikel 000000104

artikel 000000105

artikel 000000106

artikel 000000107

artikel 000000108

artikel 000000109

artikel 000000110

artikel 000000111

artikel 000000112

artikel 000000113

artikel 000000114

artikel 000000115

artikel 000000116

artikel 000000117

artikel 000000118

artikel 000000119

artikel 000000120

artikel 000000121

artikel 000000122

artikel 000000123

artikel 000000124

artikel 000000125

artikel 000000126

artikel 000000127

artikel 000000128

artikel 000000129

artikel 000000130

artikel 000000131

artikel 000000132

artikel 000000133

artikel 000000134

artikel 000000135

artikel 000000136

artikel 000000137

artikel 000000138

artikel 000000139

artikel 000000140

mahjong 000136

mahjong 000137

mahjong 000138

mahjong 000139

mahjong 000140

mahjong 000141

mahjong 000142

mahjong 000143

mahjong 000144

mahjong 000145

mahjong 000146

mahjong 000147

mahjong 000148

mahjong 000149

mahjong 000150

mahjong 000151

mahjong 000152

mahjong 000153

mahjong 000154

mahjong 000155

mahjong 000156

mahjong 000157

mahjong 000158

mahjong 000159

mahjong 000160

mahjong 000161

mahjong 000162

mahjong 000163

mahjong 000164

mahjong 000165

mahjong 000166

mahjong 000167

mahjong 000168

mahjong 000169

mahjong 000170

mahjong 000171

mahjong 000172

mahjong 000173

mahjong 000174

mahjong 000175

mahjong 000176

mahjong 000177

mahjong 000178

mahjong 000179

mahjong 000180

mahjong 000181

mahjong 000182

mahjong 000183

mahjong 000184

mahjong 000185

article 10000506

article 10000507

article 10000508

article 10000509

article 10000510

article 10000511

article 10000512

article 10000513

article 10000514

article 10000515

article 10000516

article 10000517

article 10000518

article 10000519

article 10000520

article 10000521

article 10000522

article 10000523

article 10000524

article 10000525

article 10000526

article 10000527

article 10000528

article 10000529

article 10000530

article 10000531

article 10000532

article 10000533

article 10000534

article 10000535

article 10000536

article 10000537

article 10000538

article 10000539

article 10000540

article 10000541

article 10000542

article 10000543

article 10000544

article 10000545

article 10000546

article 10000547

article 10000548

article 10000549

article 10000550

article 10000551

article 10000552

article 10000553

article 10000554

article 10000555

article 22220411

article 22220412

article 22220413

article 22220414

article 22220415

article 22220416

article 22220417

article 22220418

article 22220419

article 22220420

article 22220421

article 22220422

article 22220423

article 22220424

article 22220425

article 22220426

article 22220427

article 22220428

article 22220429

article 22220430

article 22220431

article 22220432

article 22220433

article 22220434

article 22220435

article 22220436

article 22220437

article 22220438

article 22220439

article 22220440

article 22220441

article 22220442

article 22220443

article 22220444

article 22220445

article 22220446

article 22220447

article 22220448

article 22220449

article 22220450

news-1701